Jumat, 16 Agustus 2013

Cooking Class at PUSKO


hari itu bersama 서은희 선생님
dan teman-teman sekelas di pusko dasar 2
memasak bulgogi bersama

tak banyak yang bisa dijelaskan
mari makaan ~



Jumat, 02 Agustus 2013

Apa kabar kamu blogku?

Huahhh, sudah lama sekali sejak saya terakhir menulis disini. Sebenarnya saya lupa hehehehe. Kalau saja blog ini makhluk hidup, ingin sekali saya bertanya, "bagaimana kabarmuu wahai blogku yang imut nan unyu?" tapi tentu saja, ga bakalan dijawab =="

Kuliah semester kemaren sibuk banget >.< sekarang sudah masuk semester 7... Hasil 2 semester terakhir masih tidak jauh beda dengan yang biasanya. Tingkat kelelahan dan stress masih terus meningkat sepanjang saya masih begadang setiap malam walaupun saya sudah bekerja. Ya, saya bekerja lagi disuatu tempat. Artinya jam tidur saya akan berkurang semakin banyak dengan hobi begadang saya yang agak terkendali itu.

Sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan, tapi biasanya selalu terlupa saking sibuknya. Padahal kesibukan saya cuma makan, tidur, main game, online, tidak lupa kuliah dan sambil kerja. Berhubung bulan ini masih dalam suasana ramadhan, dimana biasanya kuliah masuk ke musim hibernasi, jadi tidak terlalu berat lah. Saya cuman kuliah setiap sabtu selama ramadhan ini.

Ah iya, ngomong-ngomong soal kesibukan saya, beberapa waktu lalu saya sempat membaca di salah satu forum yang cukup beken didunia maya. Disana tertulis tentang tipe mahasiswa setengah dewa yang detailnya kira-kira adalah "tiap hari main game dan online, tapi setiap ujian selalu berhasil", dan sepertinya saya termasuk makhluk yang seperti itu ahahahhaha.

Walaupun semua kesibukan itu sangat-sangat balance, tapi tahukah kamu wahai blogku yang imut nan unyu? Jari yang berceloteh ini masih saja sendiri tak ada yang menemani *hiks*. Tapi tenang saja, diriku masih terus berceloteh dimana saja kok blogku, jadi tenanglah yaa.

Saya juga ingin bercerita tentang pengalaman saya masak bareng anak-anak pusko dan guru bahasa korea saya 서은희 선생님. Beberapa waktu lalu kami membuat kimchi dan bulgogi bersama sekalian makan-makan bersama pastinya. Tapi akan saya bahas kalau tidak terlupa di posting yang lain.

Senin, 20 Agustus 2012

Komunikasi Lisan di Komunikasi Bisnis (3)

Setelah lupa saking pikunnya, akhirnya saya ingat untuk melanjutkan review lanjutan dari Komunikasi Lisan di Komunikasi Bisnis (1) dan Komunikasi Lisan di Komunikasi Bisnis (2)
Pertemuan ketiga di presentasi ini tersisa 2 kelompok.

Kelompok yang pertama membawakan presentasi tentang komunikasi dalam penyampaian berita (dalam hal ini mungkin berita televisi). Mereka terbagi menjadi 2, pembaca berita dan reporter. Kali ini saya cukup sependapat dengan ibu dosen tercinta, bahwa presentasi mereka kurang jelas, apakah saat itu di ibaratkan layar berada ke reporter atau ke tayangan yang ada. Tapi menurut ibu dosen tercinta konsepnya bagus.

Kelompok yang terakhir terlihat lebih santai walaupun mereka mengatakan bahwa mereka tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan bahan, tapi toh mereka maju juga dan membawakan presentasi dengan tema informatif tentang System Operating Procedure. Menurut ibu dosen juga bagus, hanya saja contoh yang diberikan terkesan lari kesana kemari tidak berkaitan satu sama lain. Jadi lebih baik saat menginformasikan sesuatu, ada baiknya memberikan contoh untuk penjelasan 5W 1H itu saling berhubungan dari awal hingga akhir.

*Lebaran kali ini... sakit gigi*

Kamis, 09 Agustus 2012

Komunikasi Lisan di Komunikasi Bisnis (2)

Lanjutan review sebelumnya yang berjudul Komunikasi Lisan di Komunikasi Bisnis (1)

Pertemuan kedua untuk praktek komunikasi ini berlangsung hari Kamis, 9 Agustus 2012. Hari ini ada 2 kelompok yang akan melakukan presentasi komunikasi lisan.

Kelompok pertama, melakukan praktek komunikasi dalam hal promosi layanan katering. Bagi saya kelompok ini yang paling berhasil sejauh ini. Bahkan jauh lebih bagus dibandingkan kelompok saya sendiri. Kenapa saya bilang berhasil? Karena mereka berhasil menjual satu produknya. Tentu saja, selalu ada saja kritikan dan masukan dari ibu dosen kita tercinta. Menurut ibu dosen, sang pemilik katering sudah cukup bagus karena semangat sekali dalam promosi namun terlalu banyak menggunakan gerakan tangan dalam memperkenalkan layanannya, seharusnya bisa dikurangi (begitu kira-kira).

Kelompok kedua membawakan tema yang ringan, semacam informasi tentang manfaat buah-buahan dimana saya adalah host sekaligus moderator. Menurut ibu dosen seorang host itu adalah icon dalam sebuah acara sehingga lebih baik kalau suaranya nyaring, kalau suaranya lemah lembut harus mendekatkan mulut ke mikrofon. Kemudian menurut ibu dosen jika kita tidak ingin menggunakan mikrofon, walaupun kita tidak ingin menggunakannya, sebaiknya kita tidak menolak dan menerima mikrofon tersebut walaupun nantinya tidak akan kita gunakan. Selain itu, saat sebuah presentasi dengan host dan narasumber, tidak seharusnya narasumber berdiskusi. Mengapa? Karena menurut ibu dosen, seorang narasumber itu sudah dianggap ahli dalam hal yang di informasikan sehingga seharusnya tidak ada acara bisik-bisik seperti berdiskusi. Ibu dosen juga menambahkan, jika presentasi yang berisi narasumber dan moderator, moderator sebaiknya menampung pertanyaan terlebih dahulu atau mengalihkan perhatian para hadirin dengan tujuan memberi kesempatan sejenak bagi narasumber untuk memikirkan jawaban.

Masih ada satu pertemuan lagi di hari Sabtu nanti untuk presentasi komunikasi lisan ini yang nantinya akan saya rangkum kembali sebagai referensi.

Komunikasi Lisan di Komunikasi Bisnis (1)

Semacam sebuah praktek untuk berkomunikasi secara lisan di dalam mata kuliah Komunikasi Bisnis.
Pertemuan pertama praktek ini, hari Selasa lalu tanggal 7 Agustus 2012, di awali 3 kelompok. Kelompok pertama bernuansa layaknya seminar resmi yang membahas seputar  jejaring sosial dan microblogging yang banyak di gunakan saat ini. Menurut dosen kita bersama (baca: Ibu Monic) presentasi kelompok ini bagus. Kompak. Sarat info. Bahkan hingga pakaian pun tak luput dari perhatian beliau.

Kelompok kedua bernuansa talkshow membahas tentang HIV/AIDS. Kali ini cukup mendapat sorotan. Menurut ibu dosen kita seharusnya narasumber tidak selalu harus berdiri cukup duduk saja. Kemudian, pembawa acara juga seharusnya setelah selesai membuka bisa ikut duduk. Selain itu, saat menjadi narasumber juga seharusnya tidak membaca naskah atau bahkan membaca tampilan yang sedang di tayangkan karena itu untuk audience.

Kelompok ketiga merupakan kelompok yang mengadakan promosi layanan TV Kabel. Menurut ibu dosen, sebenarnya sudah cukup bagus karena sudah ada brosur sehingga seharusnya mereka bisa memperkenalkan produk sesuai isi brosur saja. Kemudian, kata ibu dosen, tidak perlu membacakan isi tayangan yang di tampilkan karena audience sudah memegang brosur. Cukup bicara seputar brosur misalnya "acara apa yang anda suka?" atau "anda suka acara memasak?" atau "anda suka acara olahraga?" seperti itu, sehingga kemudian bisa mendapatkan klimaks dengan kalimat "semua ada di layanan tv kabel kami".