Tampilkan postingan dengan label Penting Ga Penting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penting Ga Penting. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2016

Parkir.. Parkir..


Ini bukan kemacetan... 
Berasa lagi ke showroom mobil...
Kalau parkirnya berlapis begini, yang paling depan gimana cara keluarnya ya?




Kamis, 25 Juni 2015

Semua Tak Sama, Belum Tentu Beda

Hai semuanya, judul diatas muncul setelah saya mendengar lagu Semua Tak Sama dari Padi. Saya memikirkan jika semuanya tak sama artinya semuanya beda bukan?



Manusia, seperti aku dan kamu, sudah pasti tidaklah sama. Pikiran kita pun juga tidaklah sama.. Orang-orang seringkali melakukan musyawarah, rapat, meeting, kopdar dan macam-macamlah bentuknya, dengan tujuan untuk menyatukan perbedaan tersebut.. Padahal kalau dipikir ulang, namanya berbeda tidak mungkin bisa menyatu karena tidaklah sama. Pada akhirnya yang terjadi adalah menemukan suatu titik temu yang kira-kira bisa di terima semuanya.
Bahkan saya saja, kadang menemui hal-hal yang tidak sejalan dengan apa yang  saya yakini. Kadang-kadang telat dikit ketemu lampu merah berhubung merahnya belum lama langsung lah diterobos. Padahal sudah jelas itu tidak benar. Saya pun mikir, berdamai dengan diri sendiri pribadi saja kadang sulit apalagi dengan orang lain.

Dari apa yang saya lihat, manusia, orang disekitar saya umumnya berkerumun dikerumunannya sendiri, yang sebenarnya mereka memiliki kesamaan. Mereka senang bersama dengan orang yang memiliki pandangan yang sama walaupun pada kenyataannya mereka berbeda sudah pasti. Saya pun juga sama. Pada akhirnya aku dan kamu menjadi kita karena adanya kesepahaman itu.

Namun masih saja kita tidak bisa menyatu, yang ada hanyalah berusaha menjalankan apa yang sudah disepakati. Disitulah kesamaan kita, saling menjaga komitmen tersebut agar terus terjalin kesepahaman yang bisa membuat kita merasa nyaman. Jadi, sesuatu yang berbeda, belum tentu tidak sama.*eh, kok malah muter-muter ya?*

Semoga apa yang kita yakini dapat menyatukan perbedaan kita... 
Itu harapan saya, harapan kamu?

Rabu, 11 Februari 2015

When I lose you, I guess I loved you

Berkaitan dengan judul tersebut, entahlah saya menulisnya dengan benar atau tidak *since my english wasn't that good*, saya rasa kebanyakan orang terkadang merasakan hal yang sama. Saya ingat ada pepatah bule yang mengatakan "you never miss the water until it's gone". Saya pribadi merasakan hal tersebut sering terjadi. Kita akan merasa kehilangan sesuatu saat yang kita cari sudah tidak ada, entah manusia, barang, peliharaan atau apapun yang kita rasa sangat berarti. Namun, di saat 'sesuatu' tersebut masih ada di sekitar kita, kebanyakan dari kita lebih banyak tidak peduli sehingga saat sudah tidak ada lagi, barulah sadar kalau 'sesuatu' itu sangat berarti, termasuk saya. 
Tulisan ini adalah curhat? Ya, ini adalah curahan hati saya. Kalau mau sok lebay dan sok english lagi bisa saya bilang, when you'd losing a thing, life feels so gloomy, sooo gloooomyy >.< tapi selain dari ke "gloomy" an yang saya alami saya sadar kalau ini memang bisa terjadi pada siapa saja. Saya sendiri tidak suka penyesalan, karena itu biasanya saya merencanakan hidup saya dan menyadari risiko yang akan saya hadapi lebih awal. Namun, manusia itu kan pribadi yang dinamis, direncanakan sebaik apapun, tidak ada sesuatu yang sangat sempurna.

Pesan saya kali ini kepada teman-teman semua dan lebih kepada diri saya sendiri, marilah kita lebih memperhatikan, lebih peduli pada apa yang kita miliki di sekitar kita saat ini, karena kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan kehilangan. Namun, jika memang pada akhirnya hilang juga, life must go on. Situasi apapun yang kita hadapi, kita tidak punya pilihan lain selain menghadapinya. Just smile always pemirsa.

Selalu ada hal yang terjadi saat tulisan saya di turunkan di blog ini, seperti cerita saya pada kejadiaan saat hujan, yang mana pagi ini juga hujan dari subuh. Tapi kali ini aman pemirsa, baiklah mari kita lanjutkan hidup kita ^_^

Kamis, 20 November 2014

Sepenggal cerita di kala hujan, sia-siakah?

Malam ini hujan turun, mengingatkan saya pada pengalaman beberapa waktu lalu.

Sekitar tanggal 18 Nopember lalu, saya dan teman saya yang juga baru lulus kuliah mengunjungi Job Fair yang digelar di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin. Kami hanya melihat-lihat perusahaan apa saja yang ikut serta hari itu. Keesokan hari, saya kembali untuk memasukkan lamaran dengan modal berkas seadanya karena saat itu bahkan transkrip nilai pun belum saya dapat. Saya berpikir, kenapa tidak secepatnya saja saya melengkapi berkas yang mungkin diperlukan untuk melamar pekerjaan, jadi saya memutuskan untuk membuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) di Polsek Banjarmasin Utara.

Usai mengunjungi Job Fair hari kedua dan hari terakhir tersebut hari sudah menjelang sore, saya mengayuh sepeda saya menuju Polsek dengan pikiran mungkin kantornya buka sampai sore. Saat hampir tiba di lokasi saya melihat langit mulai mendung, karena sudah kepalang tanggung kalau kembali lagi maka saya teruskan saja perjalanan saya. Sampai di Polsek ternyata kantor pelayanannya sudah tutup. Akhirnya saya pun kembali mengayuh sepeda dengan satu tujuan : PULANG.

Saya terus mengayuh sepeda, sampai di lampu merah seharusnya saya langsung belok kiri seperti biasa, namun karena ada mobil yang berhenti dengan ngawurnya memaksa saya mengerem mendadak dan akhirnya rantai sepeda saya lepas *apes dah*. Saya yang sejak keluar polsek menyadari sedang berkejar-kejaran dengan hujan, terpaksa menepi dulu. Setelah rantai terpasang, saya langsung kembali  mengayuh dengan cepat dan hujan pun turun tepat saat saya belok. Akhirnya saya langsung berhenti di depan penjual minuman dengan niat berteduh namun saya pikir kok rasanya ga sopan banget kalo ga beli jualannya. Kemudian, berawal dari niat numpang berteduh sayapun memesan minuman kemudian membeli makanan pada penjual di sebelahnya, sekalian makan siang pikir saya.

Saya pun menikmati makanan bersama dengan sang penjual minuman yang juga sedang menyantap sisa makanan yang tidak sempat dihabiskan karena kemunculan saya yang tidak diundang. Kami pun berbincang-bincang, dan beliau pun berkomentar 'sia-sia dong, jauh-jauh ke polsek pakai sepeda eh tutup'. Saya hanya berkata singkat kalau tidak terlalu sia-sia juga karena gara-gara tutupnya kantor pelayanan di polsek saya jadi tahu jam buka kantor tersebut dan beliau tetap keukeuh kalau itu sia-sia, tapi daripada berdebat lebih baik saya sudahi sampai disitu saja,

Kami pun terus berbincang dan bertukar informasi selama hujan waktu itu. Saya tidak terlalu terbiasa ramah dan bicara banyak pada orang yang baru saja saya kenal, tapi beliau cukup komunikatif sehingga saya pun juga jadi berbicara banyak. Beliau mengaku mendapatkan pengetahuan baru dari saya dari perbincangan tersebut *yang tidak ingin saya publikasikan disini* dan saya juga merasa mendapatkan pengalaman baru.

Sampai hujan berhenti hari itu, saya merasa tidak ada yang sia-sia dengan apa yang saya lakukan hari itu. Walaupun saya berhenti  mendadak karena hujan bahkan mengeluarkan uang yang seharusnya bisa saya simpan, tapi dengan pengalaman yang saya dapatkan membuat saya merasa senang.

Panjang sekali curhat saya ini... jadi marilah kita semua terus semangat dan melihat segala sesuatu bukan hanya dari sisi buruk namun juga sisi baiknya. Tidak ada yang sia-sia, itulah yang masih tertanam dipikiran saya sampai tulisan ini diturunkan.

Bahkan saat saya berusaha mempublish tulisan ini, karena sesuatu hal membuat tulisan saya hilang, sayapun menulis ulang. Tidak sia-sia, karena berkat kejadian tersebut mengajarkan saya sesuatu yang namanya tidak menyerah dan bersabar *untuk menulis ulang* ㅠ_ㅠ

Selasa, 28 Oktober 2014

Biasa dan Luar Biasa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), biasa diartikan sebagai lazim, umum. Menurut KBBI pula, luar biasa diartikan sebagai tidak seperti biasa, tidak sama dengan yang lain.

Beberapa waktu lalu, saya dan teman berbicara tentang biasa dan luar biasa ini, membuat saya terpikir, kenapa tidak saya tulis saja.

Setiap individu itu sebenarnya luar biasa. Ini menurut saya loh ya, setiap jiwa pasti punya pemikiran yang tidak selalu sama bukan? Karena itulah, atas dasar ketidaksamaan tersebut saya berpikir bahwa setiap individu itu luar biasa. Sekalipun individu tersebut sama-sama tukang becak yang selama ini dianggap sebagai rakyat biasa, tapi belum tentu pengalaman hidupnya sama, belum tentu pemikirannya sama, belum tentu tindakannya sama. Begitu pula dengan seorang yang memiliki jabatan tinggi, tidak ada yang pernah tahu bagaimana dia meraih posisi tersebut (kecuali si empu jabatan ini berbagi kisah tentunya) dan sekali lagi, antara pemilik jabatan tinggi yang satu dengan yang lain ini memiliki pengalaman dan caranya masing-masing.

Mencermati tulisan saya yang lalu tentang yudisium, ada beberapa predikat lulusan yang diterima para sarjana sesuai dengan IPKnya. Lulus Dengan Memuaskan (LDM), Lulus Dengan Sangat Memuaskan (LDSM) dan Lulus Dengan Pujian (LDP). Lulus dengan predikat LDP sesuai dengan sebutannya mungkin akan banyak menuai pujian, tapi jangan disangka bahwa predikat LDP selalu lebih baik dari predikat LDM maupun LDSM. Bisa jadi, pemilik predikat LDM ini justru lebih memiliki banyak skill daripada predikat LDP. Begitu pula LDSM, bisa saja justru mereka-mereka ini yang lebih banyak aktif berorganisasi dan bisa menyeimbangkan nilai akademisnya. Tidak jarang pula memang lulusan dengan predikat LDP memiliki segudang prestasi baik itu prestasi akademis maupun non akademis serta aktif di organisasi serta memiliki segudang skill yang bisa menjadikannya sebagai individu yang sangat bernilai.

Semuanya yang saya tulis diatas, kita semua luar biasa. Predikat, jabatan, maupun pekerjaan semuanya memiliki nilai. Kita harus yakin dan berbangga diri pada diri kita (bukan sombong loh ya) bahwa kita adalah seorang yang luar biasa, Jangan menjadi jemawa dan jangan pula menjadi rendah diri. Kita yang paling tahu mengenai diri kita sendiri, teruslah optimis teman-teman, jangan pernah menyerah dan putus asa meraih apa yang di dinginkan.


Senin, 27 Oktober 2014

Yudisum,antara haru dan cemas

Bagaimana tidak? Yudisium merupakan sesuatu yang dinantikan mahasiswa setelah melaksanakan sidang skripsi berikut segudang revisinya. Saat yudisiumlah diketahui hasil capaian akademis seorang mahasiswa selama masa perkuliahan yang dijalani.
Saya baru saja mengikuti yudisium saya sendiri yang diadakan 27 Oktober 2014. Bertempat di Grand Palace Resto Mitra Plaza Banjarmasin, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat  untuk program non reguler atau ekstensi tempat saya menempuh pendidikan melepas 38 orang sarjana. Masing-masing tentunya memiliki capaian yang berbeda. Saya sendiri cukup bangga atas capaian yang saya raih. Selama 4 tahun terakhir tidak ada yang lebih tahu pasti apa yang saya hadapi sehingga saya bisa mendapatkan hari yudisium saya. Apabila diingat-ingat kembali, pasti rasanya lega sekali, teman-teman pun tentu  merasakan hal yang sama, dengan pengalaman yang berbeda-beda dan hasil yang berbeda pula Mungkin ada yang merasa bangga seperti saya, atau ada yang merasa menyesal karena merasa masih bisa lebih baik ataupun merasa biasa-bisa saja, namun saya meyakini tidak ada yang tidak merasa terharu kalau mengingat-ingat apa yang dialami sejak awal perkuliahan hingga bisa duduk sebagai peserta yudisium.

Bagi saya pribadi yang selalu diliputi kecemasan, seperti yang saya bahas pada blog saya berjudul Skripsi oh skripsi yang lalu, saya cemas karena sebentar lagi saya akan menjadi pengangguran. Satu hal yang pasti, sebelum saya jadi pengangguran sejati, sebelumnya saya harus mengikuti wisuda terlebih dahulu. Jadi, lebih baik nikmati dulu masa-masa ini. Selamat bagi teman-teman peserta yudisium hari ini, baik yang lulus dengan predikan lulus dengan memuaskan, lulus dengan sangat memuaskan, sampai yang lulus dengan pujian, berbangga dirilah dan selalu waspada.

Selasa, 21 Oktober 2014

Skripsi oh skripsi...

Tiap mahasiswa pasti akan berjumpa yang namanya tugas akhir berupa karya tulis ilmiah yang dikenal dengan berbagai nama (kti, skripsi, thesis, disertasi, de el el). Saya pun sebagai salah seorang mahasiswa akhirnya bertatap muka juga dengan tugas akhir tersebut.

Proses pembuatan dan penyusunan skripsi, bagi saya pribadi, memang cukup menguras tenaga, waktu, uang dan pikiran. Dimulai dari kebingungan mencari topik yang ingin di tulis dilanjutkan dengan kebingungan cara menulisnya, saking pusingnya saya sempat berpikir kalau saya ingin keluar dari kebingungan jawabannya adalah mengetahui apa sih skripsi itu yang akhirnya berujung pada semakin bertambah bingungnya saya.

Kalau saya mengingat-ingat kembali bagaimana teman seperjuangan saya menganggap saya terlalu ribet, mereka memang ada benarnya. Namun, begitulah saya yang konon kabarnya merupakan tipe melankolis menurut tes yang saya ikuti di sebuah web yang saya lupa situsnya secara gratis. Saya selalu dipenuhi kecemasan, ditambah dengan pikiran 'seharusnya skripsi saya selesai semester kemarin'. Saya pun memutuskan untuk mengganti skripsi saya di semester ini. Selama saya menyusun skripsi, hal berikutlah yang saya lakukan.


"Memilih apa yang disukai dari apa yang disanggupi"

Beberapa artikel tentang pemilihan topik skripsi menyarankan agar kita memilih materi yang dipahami namun yang yang ada dipikiran saya saat memilih topik skripsi adalah "harus milih topik yang bisa saya selesaikan". Kenapa? Karena saya pikir, topik apapun yang saya pilih sama saja, apapun topiknya saya harus tetap belajar kembali, membuka buku kembali, membaca kata per kata kembali. Atas dasar hal tersebutlah saya memutuskan memilih topik yang saya suka. Apabila kita menyukai sesuatu biasanya dengan sukarela kita akan senang berada di sekitarnya bukan?

"Mencari dosen pembimbing skripsi"

Di kampus saya sebenarnya untuk dosen pembimbing (dospem) sudah di tentukan oleh ketua program studi sehingga mahasiswa cukup mengajukan proposal dan menunggu kabar tentang dospem masing-masing. Termasuk untuk kasus penggantian judul seperti yang saya lakukan, harus mengulang prosedur tersebut. Saya sudah merasa nyaman dengan dospem saya terdahulu, dan untungnya beliau bersedia membimbing saya.

"Tidak menyerah"

Saya termasuk orang yang mudah menyerah, terutama disaat saya tidak melihat jalan keluar. Saya mengawali skripsi saya dari hal yang saya suka dan dosen yang saya senangi, dimana saya berharap bantuan akan datang dari beliau. Namun, yang terjadi adalah beliau memberi saya pilihan "ganti topik skripsi atau cari orang lain yang bisa mengajari kamu". Pesan beliau saat itu yang saya ingat sampai sekarang adalah jangan menyerah, nak. Akhirnya saya tetap meneruskan topik yang saya pilih.


Tidak mudah memang menyusun skripsi bagi saya dan mungkin bagi sebagian orang lainnya yang juga baru pertama berhadapan dengan skripsi. Selama proses pun saya sempat ragu apakah bisa selesai atau tidak, namun di sisi lain saya bertekad skripsi saya harus selesai. Saya tidak sempat tidur dan makan demi menyelesaikan skripsi, bahkan saya ingat saya mengetik sampai pagi sambil menangis dan bergumam aku ingin tidur. Kalaupun sempat tidur hanya sebentar karena pagi hari harus konsultasi lagi, siang revisi, sore konsultasi lagi. Itulah yang saya lakukan saat menjelang sidang. Rentang waktu antara konsultasi terakhir dan waktu sidang saya sangat sempit, Hari itu di setujui untuk sidang, keesokan harinya langsung sidang. Kalau di ingat-ingat saya pikir lucu juga, saya pasti panik sekali saat itu :p

Tulisan ini saya buat hanya untuk sekedar berbagi pengalaman. Bagi teman-teman yang sedang atau akan berjumpa dengan skripsi dan kebetulan membaca tulisan saya, rajin-rajinlah konsultasi dengan dospem anda, jangan menunda waktu. Sungguh, kejar tayang di akhir sampai tidak sempat tidur dan makan itu menyiksa, bahkan pada hari sidang keadaan saya menurun alias sakit.

Setelah skripsi selesai dan sidang beres, saya kembali diliputi rasa cemas. Kenapa? Karena sebentar lagi saya akan menjadi pengangguran. Selain itu, banyak hal yang harus disiapkan untuk keperluan yudisium dan wisuda. Karena itulah, sebaiknya selalu siapkan rencana untuk hari esok, kalau memang ingin bersantai atau berlibur setelah sidang, imbangi dengan terus mencari informasi tentang apa yang harus dipersiapkan selanjutnya.

Saya pun dapat satu kesimpulan baru, setiap kita mengakhiri sesuatu sebenarnya kita juga sekaligus mengawali sesuatu. Marilah terus berjuang.

Rabu, 02 Juli 2014

Kemana isi botolnya?

Sore kemarin saya membeli sebuah pembersih rambut dengan embel-embel keratin yang konon katanya bisa bikin rambut seperti habis di salonin. Saya membelinya di salah satu toko swalayan yang terletak di kawasan cemara raya Banjarmasin. Harganya saya rasa memang cukup terjangkau, mengingat manfaat yang saya harapkan benar adanya.
Tapi saat ini saya bukan ingin memberikan review tentang pembersih rambutnya.

Saya hanya agak kecewa, setelah saya cek dirumah, isi botol dari pembersih rambut yang saya beli tersebut isinya sudah berkurang 1/3 nya. Entah itu memang sudah dari pabrikannya atau bagaimana. Berbeda dengan botol kondisionernya yang justru memang penuh. Walaupun begitu, kalau saya pikir-pikir lagi sangatlah tidak mungkin apabila isi dari sebuah botol pembersih rambut itu tidak penuh, bahkan berkurang sampai 1/3 nya.

Memang tidak mungkin kalau saat membelinya kita membuka-buka tutupnya dan mengecek isinya, terutama apabila ada tulisan yang dengan kejamnya berkata "membuka berarti membeli". Namun paling tidak, bagi saya ini merupakan pertanda bagi saya untuk selalu waspada apabila saya ingin kembali membeli sesuatu di toko swalayan tersebut. 

Menurut saya hanya ada tiga kemungkinan. Pertama, memang produsen pembersih rambut "keratin" tersebut mengeluarkan produk dengan isi hanya 2/3 botolnya. Kedua, terjadi sesuatu di dalam perjalanan pembersih rambut tersebut dari pabriknya sana hingga sampai ke tangan saya. Ketiga, mungkin juga kebetulan yang saya beli tersebut adalah "produk cacat yang lolos", sehingga botol yang tidak penuh tersebut bisa sampai ketangan saya (yang mana saya rasakan itu tidak mungkin terjadi).

Tentu saja, kekesalan saya tetap tertuju pada toko swalayan tempat saya membeli.

Jumat, 02 Agustus 2013

Apa kabar kamu blogku?

Huahhh, sudah lama sekali sejak saya terakhir menulis disini. Sebenarnya saya lupa hehehehe. Kalau saja blog ini makhluk hidup, ingin sekali saya bertanya, "bagaimana kabarmuu wahai blogku yang imut nan unyu?" tapi tentu saja, ga bakalan dijawab =="

Kuliah semester kemaren sibuk banget >.< sekarang sudah masuk semester 7... Hasil 2 semester terakhir masih tidak jauh beda dengan yang biasanya. Tingkat kelelahan dan stress masih terus meningkat sepanjang saya masih begadang setiap malam walaupun saya sudah bekerja. Ya, saya bekerja lagi disuatu tempat. Artinya jam tidur saya akan berkurang semakin banyak dengan hobi begadang saya yang agak terkendali itu.

Sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan, tapi biasanya selalu terlupa saking sibuknya. Padahal kesibukan saya cuma makan, tidur, main game, online, tidak lupa kuliah dan sambil kerja. Berhubung bulan ini masih dalam suasana ramadhan, dimana biasanya kuliah masuk ke musim hibernasi, jadi tidak terlalu berat lah. Saya cuman kuliah setiap sabtu selama ramadhan ini.

Ah iya, ngomong-ngomong soal kesibukan saya, beberapa waktu lalu saya sempat membaca di salah satu forum yang cukup beken didunia maya. Disana tertulis tentang tipe mahasiswa setengah dewa yang detailnya kira-kira adalah "tiap hari main game dan online, tapi setiap ujian selalu berhasil", dan sepertinya saya termasuk makhluk yang seperti itu ahahahhaha.

Walaupun semua kesibukan itu sangat-sangat balance, tapi tahukah kamu wahai blogku yang imut nan unyu? Jari yang berceloteh ini masih saja sendiri tak ada yang menemani *hiks*. Tapi tenang saja, diriku masih terus berceloteh dimana saja kok blogku, jadi tenanglah yaa.

Saya juga ingin bercerita tentang pengalaman saya masak bareng anak-anak pusko dan guru bahasa korea saya 서은희 선생님. Beberapa waktu lalu kami membuat kimchi dan bulgogi bersama sekalian makan-makan bersama pastinya. Tapi akan saya bahas kalau tidak terlupa di posting yang lain.

Senin, 06 Agustus 2012

BukBer @ Pawon Tlogo


Tanggal 2 Agustus 2012 kemaren, saya bersama teman-teman se-fekon raya angkatan 2010 berbuka puasa bersama di Pawon Tlogo yang letaknya di daerah Handil Bakti.
Walaupun ini dadakan, yang akhirnya membuat saya harus mengantri karna tidak masuk daftar pemesan ==" tapi cukup menyenangkan. Akhirnya kan dapat makanan juga hahahah

Berkesan? Tentu. Karena saya biasanya tidak mau ikut gathering macam apa pun juga :p
Lalu kenapa kali ini saya memutuskan ikut? Alasan saya cuma 2. Dapat tumpangan dan ingin merasakan sensasinya :p

Terima kasih buat Ipah dan Ami yang bersedia membonceng saya hihihihi :p

Jumat, 03 Agustus 2012

Saya Tahu Saya Bahagia

Sesaat, redup... redup sekali, hampir tidak terlihat, saya merasakan kebahagiaan.
Saya tidak berkata bahwa kebahagiaan itu kemudian hilang. Saya tahu dengan pasti kebahagiaan itu ada di dalam diri saya tapi sesaat setelah itu saya tidak bisa merasakan keberadaannya.

Hal tersebut memunculkan teori baru dalam pikiran saya
"Setiap orang memiliki kebahagiaan didalam dirinya masing-masing, namun kadang ada sesuatu hal yang membuatnya tidak bisa merasakan keberadaan bahagia itu sendiri"
Walaupun sebenarnya kalimat itu sudah jelas, kebahagiaan adalah perasaan yang bentuknya abstrak. Setiap orang jelas mempunyai perasaan kecuali hatinya sudah mati. Orang yang hatinya mati, dia merasa tidak bahagia karena dia hanya tahu bahwa hatinya sudah mati, sebenarnya hati tidaklah mungkin bisa mati kalau kita masih ingin mendengarkan hati kita :)

Tulisan saya tidak bisa dimengerti bukan? karna saya sendiri pun juga tidak, hehehe...
Dari sinilah semua itu berawal...

Malam ini, saya kembali tidak bisa tidur dan akhirnya memilih bercengkrama dengan monitor saya tercinta. Iseng, saya nyasar ke sebuah situs dengan alamat salamsuper.com yang isinya merupakan rangkuman dari sebuah acara televisi oleh seorang motivator ternama di Indonesia.

Membaca tulisan disana membuat saya berpikir bahwa jelas sekali perbedaan antara saat saya dicintai dan saat saya mencintai. Ini pengalaman pribadi :)

Saya mungkin pernah dicintai oleh seseorang dimana mungkin saya tidak menaruh perasaan apapun. Saat itu saya merasa bahwa hati saya mungkin sudah mati karena saya tidak merasakan perasaan yang sama. Akhirnya berujung pada ketakutan saya bahwa saya tidak bisa bahagia. Saya pun kemudian berharap menemukan orang yang "lebih" mencintai saya dengan harapan saya bisa mencintainya juga. 

Hal ini berbanding terbalik saat kemudian saya jatuh cinta. Tidak pernah terpikir oleh saya sebelumnya, saya harus menelan mentah-mentah kata-kata saya sendiri :)
Saat saya membaca tulisan sang motivator di situs  salamsuper.com bahwa : "Sebetulnya cinta itu tidak buta, cinta itu melumpuhkan logika", saya pun tersenyum. Apakah karena ini?

Disaat saya merasakan dengan sadar bahwa saya sedang mencintai seseorang, mindset saya berubah dari "Aku takut tidak bisa bahagia bersamanya" menjadi "Akankah dia bahagia bersamaku? Apa yang harus aku lakukan agar dia bisa merasa nyaman bersamaku?".

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu terus bermunculan di dalam benak saya. Terlebih saat saya sedang menulis tulisan ini, pertanyaan tersebut seperti berkedip-kedip di depan mata saya membuat saya tertawa. Kenapa saya harus tertawa? Apakah saya menertawai diri saya sendiri? Atau saya merasa pertanyaan itu terdengar konyol? Entahlah :)

Sekali lagi kebahagian itu terlintas begitu nyata di mata saya dan sesaat kembali tak terlihat.
Saya tahu pasti, kebahagiaan itu masih ada di dalam diri saya :)

Jumat, 13 Juli 2012

Teka Teki si IKAN

Malam ini iseng-iseng liat beranda fb, ada teman yang posting tentang teka teki yang katanya 98% orang di dunia ga bisa jawab *yang saya pikir terlalu berlebihan. tapi entahlah kan 2% dari penduduk dunia itu lumayan banyak juga. Tapi kemudian muncul lagi, itu angka dapat darimana yaa? dan yang lebih saya bingung, saya baru tau Albert Einstein yang bilang katanya nyebut angka itu bisa tau merek rokok zzz atau mungki juga saya nya yang ga tau apa apa kwkwkw*
berikut teka teki nya :

Ada 5 buah rumah yang masing-masing memiliki warna berbeda.
Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaan yang berbeda-beda.
Setiap penghuni menyukai satu jenis minuman tertentu.
Merokok satu merek rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu.
Tidak ada satupun dari kelima orang tersebut yang minum minuman yang sama, merokok merek rokok yang sama dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.
Pertanyaannya : Siapakah yang memelihara IKAN?

Petunjuk:
1. Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah.
2. Orang Swedia memelihara anjing.
3. Orang Denmark senang minum teh.
4. Rumah berwarna hijau terletak tepat disebelah kiri rumah berwarna putih.
5. Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi.
6. Orang yang merokok PallMall memelihara burung.
7. Penghuni rumah yang terletak di tengah-tengah senang minum susu.
8. Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill.
9. Orang Norwegia tinggal dirumah paling pertama.
10. Orang yang merokok Marlboro tinggal disebelah orang yang memelihara kucing.
11. Orang yang memelihara kuda tinggal disebelah orang yang merokok Dunhill.
12. Orang yang merokok Winfield senang minum bir.
13. Disebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia.
14. Orang Jerman merokok Rothmans.
15. Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.


dan jawaban saya adalah gambar buram berikut ini



rumah hijau, jerman, dia yang piara IKAN nya.
tapi sebenarnya tidak ada petunjuk sama sekali tentang ikan. harusnya tidak ada yang tahu jerman itu memelihara ikan atau bukan.

Senin, 09 Juli 2012

Masih Ingin Melupakan?

"Walau masih berada di dalam hatiku, ia tetap sudah mati. Ketika kubilang aku akan melupakannya, aku merindukannya. Ketika aku merindukannya, aku dengan cepat melupakannya. Inilah hati manusia. Tidak ingin melupakan atau merindukannya, yang tertinggal di hatiku adalah ia tidak ada lagi di dunia ini"

Kalimat tersebut adalah kalimat yang di ucapkan oleh Pangeran Yang Myung dalam sebuah drama korea berjudul "The Moon That Embraces The Sun". Diucapkan ketika sang Pangeran sedang bicara dengan Raja saat itu yang tidak bukan dan tidak lain adalah adiknya, Lee Hwon, tentang kematian orang yang sama-sama mereka cintai, Heo Yeon Woo.

Saya bukan ingin membahas dramanya, tapi kalimat itu. Kalimat yang membuat saya teringat akan kalimat teman saya yang biasa habis patah hati "gue pengen lupain dia aja ah". Kalimat yang membuat saya tersenyum, karena saya selama ini selalu berpendapat bahwa "melupakan tidak akan menghilangkan rasa patah hati". Sama seperti kutipan diatas, saat bilang akan melupakan, dia justru merindukannya. Sama seperti dalam bayangan saya, semakin kita ingin melupakan, kenangannya justru semakin membekas.

Menurut saya sendiri, kalimat itu cukup bagus untuk diingat, bahwa hati manusia memang seperti itu, tidak ingin melupakan atau merindukan. Jadi, kita tidak perlu memikirkan apakah kita harus melupakan atau tidak, yang penting adalah kita tahu antara apa yang kita punya dan apa yang tidak kita punya sekarang. Just enjoy your wonderful life :)


Kutipan diatas saya ambil dari sinopsisdramakorea The Moon That Emraces The Sun drama, eps 7.

Rabu, 04 Juli 2012

Seo Jun wanna be?

Kemarin malam, saat saya lagi duduk-duduk di lobby XXI sambil menunggu film yang bakalan saya tonton, The Amazing Speed of Spiderman, saya melihat sebuah pemandangan yang enak banget buat mata saya. Hanya satu yang saya pikir "Wow. Keren amat kayak Seo Jun".
Awalnya saya pikir itu cewek, karna cantik banget sih. Jadi saya meneliti bajunya yang emang model-model singlet yang keren punya juga. Emang sih keti-nya bersih, tapi untuk  membuktikan itu cewe apa cowo, yang saya perlu lihat adalah dadanya. Ya, dadanya! Saya pun melek semelek-meleknya untuk meneliti bagian dadanya yang mungkin harusnya keliatan kalau aja tu baju agak longgar dikit, tapi tu baju ngepas sih *ya iyalah kalau ga ngepas ga sekeren itulah* dan saya pastikan, mata saya melihat dadanya rata.

Otak saya pun akhirnya sinkron, oh dia adalah cowo penganut model visual key *ini kan genre musik ya? kwkwkwk bodo amat pokoknya sedep dilihat*. Yang paling penting adalah dia mirip Seo Jun *tanpa melihat muka aslinya* tanpa blazer *Secara pake singlet*. 

Sayang sekali saya ga bisa ngambil fotonya, padahal sedap banget buat diabadikan.
Memang sih setiap orang bisa aja berapresiasi sesuai keinginan dan kreatifitasnya. Tapi, di Banjarmasin? Pemandangan langka buat saya =.=

Satu hal yang saya pelajari, dia pasti punya self-esteem dan self-confidence yang bagus.
Gaya jalannya pun mirip Seo Jun dan saya cinta setengah mati sama Seo Jun *lol*
Pokoknya Seo Jun tanpa blazer wanna be banget wkwkw jadi ngarep ketemu lagi biar bisa ambil potonya.
Seo Jun (장근석) - Love Rain

Senin, 16 Januari 2012

Tes iseng iseng kedua

Dulu saya pernah melakukan tes yang yang hasilnya pernah saya tulis di sini
Barusan saya jalan-jalan lagi, kemudian saya nyasar ke sini dan menemukan tes yang mirip *atau mungkin sama*. Saya pun iseng mau nyoba lagi. Kalau tes terdahulu yang ini hasilnya adalah ISFJ. Kali ini, hasil tes saya berubah, menjadi ISTJ. Cuma satu huruf memang. Saya mengartikan hal itu sebagai sesuatu yang bagus sekali. bagaimana F bisa berubah menjadi T yang mungkin terjadi selama saya kuliah dan kerja sambilan sebagai juru ketik. Jadi saya putuskan untuk menyalin hasilnya disini *siapa tahu tahun-tahun depan saya iseng ngetes lagi dan hasilnya berbeda*

Introvert 60% Extrovert 40%
Sensing 13% Intuition 87%
Thinking 87% Feeling 13%
Judging 67% Perceiving 33%

Saran Profesi untuk ISTJ : Bidang Manajemen, Polisi, Intelijen, Hakim, Pengacara, Dokter, Akuntan (Staff Keuangan), Programmer atau yang berhubungan dengan IT, System Analyst, Pemimpin Militer

Pasangan/Partner Alami : ESFP atau ESTP *yang ini masih sama*

Mungkinn lain kali saya akan mencoba tes itu lagi. Cukup mengejutkan bagi saya persentasenya meningkat jauh sekali di bagian T dan F.

Oh iya, saya akan menyertakan link bagi yang ingin mencobanya, silakan kunjungi  blog ini :p
atau download

Jumat, 13 Januari 2012

Siapa Sih Lia ChiCiBi?

Setelah sekian lama, baru kali ini saya merasa ingin memperkenalkan diri.

Nama asli saya, Rezki Amalia. Saya lahir besar dan tinggal di Banjarmasin. Sudah jelas, semua orang pasti berpikir kalau saya anak Banjarmasin. Sebenarnya tidak selalu begitu :)

Sejak TK saya mengenyam pendidikan di Banjarmasin, TK nya dekat rumah, namanya TK Kepodang *entah sekarang masih ada tau ga*. Setelah itu, demi memenuhi keinginan agar saya bisa masuk SMP 3 *waktu itu masuk smp dibatasi beberapa aturan* sehingga SD saya cukup jauh dari rumah, namanya SD Karang Mekar 11 yang terletak di Jalan Pangeran Antasari yang kemudian dilanjutkan ke SMP 3 *sesuai yang direncanakan* yang letaknya persis disebelah SD saya.

Oh iya, sebenarnya setelah lulus dari TK, saya pindah kekota Tanjung, disana saya sempat sekolah di SD Tanjung 2 sampai kelas 2 baru kemudian saya pindah ke SD Karang Mekar 11 di Banjarmasin *sekarang SD nya sudah ga ada, karena sudah bergabung dengan SD Karang Mekar 5*.

Kemudian lulus SMP di tahun 2004 saya mendaftar ke SMA 3 Banjarmasin *sudah jelas keterima karena saya akhirnya lulus dari sana* dan sekarang saya berkuliah di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin jurusan Akuntansi.

Tidak banyak yang mengenal saya, karena saya sendiri jarang kemana-mana. Kalau tidak ada kegiatan saya lebih memilih tidur dirumah, atau nongkrong di depan monitor. Ya, saya penggila online di Internet. Bagi teman-teman yang sudah mengenal saya, bukan hal yang luar biasa kalau saya tahan berjam-jam di depan monitor.

Saya juga suka sama yang namanya chat di dunia maya seperti MIRC. Karena itu lah datang nama ChiCiBi yang merupakan nama maya saya. Disana saya juga menemukan teman-teman yang baik, tentunya lucu dan menggemaskan *kriteria ini penting untuk jadi teman saya ahahahha*.

Kemudian, pada suatu hari, saya coba-coba main travian, dan ternyata dunia travian cukup menggembirakan saya.

Kenapa? Bukannya itu game perang yang cukup membosankan untuk sebagian orang?

Memang. Tapi disanalah saya banyak bertemu teman-teman yang lucu-lucu dan menggemaskan hahahaha.

Salah satunya om Rando yang suka ngatain saya Tukang Ngaco *ini gara-garanya karna saya mainnya ngaco terus*, kemudian ada kk dije yang suka ngatain saya buntut *ini juga gara-garanya karna saya suka makan bagian buntut dari ayam* dan masih banyak lagi teman-teman yang saya temukan disana.

Ada juga si Tika *kalo ga disebut nanti cemburu sama yang lain :p*,si Cikila *yang ini juga lucu dan menggemaskan* Opi, om Wise, Om Bug, dan om om lainnya yang lupa kesebut.

Oh iya, ga lupa juga kk cakepku kk Imal *nah yang ini bener-bener teman pertama di travian selain om Resists tentunya, kalau om Resists kan kenal di MIRC terus diajak main travian, barulah kemudian ketemu sama kk Imal.

Sekarang, saya udah ogah-ogahan main travian, mencoba menemukan hal yang baru dengan nyoba ngurusin blog yang dikata om Rando ga jelas ini.


Minggu, 13 Februari 2011

About Me *katanya* (Lanjutan...)

  • Dia memberikan pendapatnya langsung secara terbuka dan blak-blakkan, tapi dia tidak akan pernah menasehati tentang apa yang seharusnya anda lakukan.
In Fact :
Sekitar 70% lah. Saya selalu berusaha untuk tidak mengatakan apa yang harus orang lain lakukan kecuali diminta. Biasanya cuma bilang "bagusnya begini" atau "kalau aku jadi kamu aku akan.." sejenis itu. Tapi kadang juga bisa ga sengaja mengatakan "harusnya kamu".
Semuanya didasari karena saya juga tidak suka mendengar tentang apa yang harus saya lakukan dari orang. Biasanya kalau itu terjadi saya akan bilang "don't worry abt it".


  • Pemikir yang keras kepala dan melihat segala sesuatu dengan detil serta tidak mudah percaya dengan orang lain sampai dia berpikir dia sudah mengenalnya. Dia juga menyimpan rahasia dengan baik, sehingga kadang tak ada yang tahu kalau dia sebenarnya kesepian.
In Fact :
Rahasia hahahaha.

  • Tidak suka berbohong, sehingga dia tidak akan membohongi anda.
In Fact :
Baiklah yang ini 99,99% akurat.

  • Jika dia merasa perlu berbohong, dia akan berusaha mengatakannya dengan cara lain atau memilih tidak mengatakan apa-apa.
In Fact :
Ini juga benar. Saya tidak ingin di bohongi juga soalnya =.=

  • Jika dia terpaksa berbohong, maka tidak akan dapat di bedakan apakah dia sedang berbohong atau tidak.
In Fact :
Siapa yang tahu hahaha. Hanya kalian yang tahu.

  • Dia punya ide sendiri tentang cinta dan takut menunjukkan perasaan yang paling dalam karena takut ditolak. 
In Fact :
Nah, yang ini bersangkutan sama point sebelumnya. saya punya pandangan sendiri tentang cinta.

  • Bukan tipe wanita yang suka bicara cinta tapi dia punya cara khusus menunjukkannya.
In Fact :
Ini juga mirip sama point sebelumnya, "saya punya pandangan sendiri tentang cinta" yang biasanya bikin dia ga sadar kalau saya cinta sama dia *sigh*.

  • Dia tidak pandai menunjukkan kapan jatuh cinta. Tapi jika dia mencintai anda, ia akan benar2 jujur kepada anda lebih dari wanita lain.
In Fact :
Masih nyambung dengan point soal cinta sebelumnya. kebanyakan pria sudah jelas tidak akan mudah percaya kalau saya akan berkata jujur dan saya akan sangat terluka jika anda tidak percaya saya berkata yang sebenarnya.

  • Dia akan jujur kepada orang yang dicintainya, tapi pada saat itu dia kelihatan menjauh.
In Fact :
Biasanya ini terjadi kalau respon orang yang saya cintai itu berlebihan. saya tidak akan pergi kemana-mana kalau memang saya mencintai seseorang *dan lagi-lagi sepertinya ini juga yang bikin saya sendirian hingga hari ini*

  • Anda akan punya hubungan baik dengannya jika memberinya kebebasan.
In Fact :
Ini penting, kalo anda memberi saya ini saya akan memberi anda poin yang diatas, jujur.

  • Sangat beda dari kebanyakan wanita dan cara pikirnya yang beda adalah salah satu keunikannya.
In Fact
Yaa, there's only one me.

  • Dia adalah figur publik  tapi tidak dimiliki siapapun. Dia tidak akan bersama anda jika dipikirnya anda tidak tulus.
In Fact :
Sudah saya bold diatas. berat saya katakan, itu juga salah satu yang membuat saya sendirian. saya tidak akan ragu meninggalkan seseorang yang tidak tulus dengan saya.

  • Dia suka pria berkarakter tapi bukan yang menyaingi dirinya.
In Fact :
Wanita manapun pasti ingin hal yang sama seperti saya kan? Saya suka pria yang berwibawa tanpa harus berdebat sengit dengan saya :)

  • Cintai dia tapi jangan mencolok/keterlaluan, karena dia takut hal itu membatasi kemerdekaannya.
In Fact :
Sesuatu yang "terlalu" pasti bakal bikin jengah dan kadang bikin kita merasa terkekang. bagi saya, kalau anda membebaskan saya, saya akan menjaga kebebasan yang anda berikan baik-baik.


  • Jika kalian menginginkan dia *saya maksudnya*, anda harus menjadi orang yang menarik yang membuatnya ingin tahu tentang anda. Neraka baginya adalah tidak ada kebebasan. Menikah baginya adalah keputusan terberat yang pernah dia ambil.
In Fact :
That's the truth...
Itulah kenapa saya memilih masih sendiri walaupun kesepian *sigh*

About Me *katanya*

Saya mendapatkan ini dari sumber yang saya lupa ada dimana, cuman tadi saya buka notes nemu ini, jadi saya putuskan untuk nulisin disini. *dilarang protes karena ini blog saya, narsisme disini adalah milik saya wkwkkwkw*

  • Biasanya cukup langsing. Lucu dan Menyenangkan, dengan struktur wajah persegi dan tulang pipi tinggi, jarang ditemukan berwajah bundar dan umumnya memiliki garis wajah kuat. Matanya yang bundar memancarkan sinar kecerdasan dan keingintahuan.
In Fact :
sebenarnya saya tidaklah langsing sama sekali. kalau lucu mungkin iya hahahha. saya juga punya wajah yang bundar.

  • Orang yang selalu berubah. Kalau marah dia tidak memperlihatkannya dan memendamnya dalam waktu yang lama dan akan mengingatnya satu persatu dengan tajam. Jika benar2 marah akan menjadi orang yang benar2 asing.
In Fact :
Saya memang mudah sekali berubah. bagian yang ini kayaknya bener 99,99%.

  • Orang yang sabar, tapi selalu butuh hal baru yang dapat menarik perhatiannya. Sangat tidak suka rapat lama2.
In Fact :
Sabar disini bagi saya adalah sabar dengan cara saya sendiri, saya akan sabar kalau saya merasa senang terhadap sesuatu yang sedang saya lakukan itu.

  • Ketika bersama dengannya, dia hanya akan memikirkan pasangannya. Mungkin dia jatuh cinta pada anda hari ini dan hari berikutnya ia dapat bertindak seakan tidak pernah mencinatai anda sama sekali. 
In Fact :
Yang ini juga benar 99,99%.

  • Ketika dia sedang jatuh cinta, ia tetap menjadi seekor burung lepas. Dia adalah sebutir pasir di telapak tangan. Semakin anda ingin memegangnya, semakin mudah ia lepas. Jika anda bertahan dan mempertahankannya, maka ia akan tinggal dan menetap. Jangan membuat aturan, karena ia akan segera meninggalkan anda.
In Fact :
Saya hanya terlalu menyukai kebebasan dan tidak suka di atur :p

  • Punya kesabaran dengan apa yang dia ingin lakukan dan tidak akan pernah menyerah sampai dia berhasil mencapainya. Dia akan sangat fokus terhadap apa yang dikerjakannya sampai punya alasan kuat untuk menghentikan proyek yang sedang ditanganinya.
In Fact :
Sama seperti yang tadi saya akan sabar kalau saya merasa senang melakukan sesuatu hingga akhirnya saya bosen sendiri.

  • Ia tidak akan menyalahkan orang lain dan lebih menyalahkan kelengahannya dan akan tulus terhadap semua orang bahkan terhadap orang yang tidak disukainya. Dia juga suka melakukan hal ganjil dan mengagetkan orang lain.
In Fact :
Untuk yang ini entahlah hahahha. Biar khalayak ramai yang menilai.

  • Kenal banyak orang, tapi hanya punya sedikit teman dan akan dengan cepat dekat dengan beberapa teman.
In Fact :
Mungkin ini juga yang membuat saya kesepian hahahahah. teman saya tidak banyak. tapi saya di kelilingi banyak orang yang saya kenal.

  • Sangat suka menganalisa berbagai hal.
In Fact :
Ini benar hahaha. Jangan sekalipun menertawakan keautisan saya saat melakukan hal ini.

  • Dapat menciptakan dunianya sendiri dan tidak ada orang yang bisa mengerti dia.
In Fact :
Indeed yes. Nyambung sama keautisan saya yang diatas sepertinya

  • Uang bukan faktor utama dalam hidupnya. Uang hanyalah untuk dapat hidup layak. Dia akan lebih puas jika berhasil mencapai tujuan daripada hidup mewah dengan baju indah (indeed).
In Fact :
Lumayan 70% laa :p karna 30% nya menunjukkan bahwa saya matre.

  • Jika anda suka wanita yang banyak mikir cinta dan romansa anda tidak salah pilih.
In Fact :
Maksudnya pilihlah akuu jadi pacarmu, yang akan setia menemanimuu ahahhah

  • Anda tidak akan pernah bisa menahannya dirumah, dia suka bekerja dan tidak suka bekerja dirumah.
In Fact :
99,99% lagi. saya memang tidak betah didalam rumah, kecuali mungkin rumahnya memenuhi semua kebutuhan dan keinginan saya.

  • Jiwa yang bebas suka bertualang, tapi saat dia ingin sendiri, jangan sentuh dia dan biarkan dia sendirian. Dia akan segera kembali.
In Fact :
Sekali lagi 99,99% . Soalnya saya moody hahahaha.

  • Sangat menyukai hewan dan suka dikelilingi hewan.
In Fact :
Bukan berarti saya suka sama semua hewan, kalau di kelilingin uler ama laba2... hiiiiiiiiiiy

  • Cinta ada dikepalanya tapi kebebasan ada dalam jiwanya.
In Fact :
100% benar hehehe... inilah yang membuat saya hingga hari ini masih sendiri kayaknya. belum ada yang percaya kalau saya akan mencintai dia kalau dia membebaskan saya. karena sesungguhnya saya tau batasnya. tapi tetap sajaa, setiap cowo yang saya temukan selalu membatasi gerak saya *nah loh malah curhat*.

Senin, 28 Juni 2010

Surat Miskin

Dulu siapa sih yg mau dibilang miskin? Sekarang, semenjak ada BLT pada berebut jd org miskin biar dapat SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).

Buat apakah SKTM itu?

Berikut manfaatnya : mengajukan keringanan/pembebasan SPP; memperoleh beasiswa; syarat mendapatkan jaminan kesehatan daerah; masuk daftar BLT; masuk program raskin; KTP, biaya nikah & akte lahir gratis; dipertimbangkan saat melamar kerja.

Sapa yg ga mau? bahkan adik saya menggunakannya untuk mendapatkan beasiswa walau gagal *lol*
ps: jangan ditiru yah, kalau masih mampu bayar kuliah jangan cari beasiswa pakai SKTM

Menghilangkan telur kutu

Ada sedikit tips buat yg sudah sembuh dari kutuan, tapi telur-telurnya masih menempel di rambut...

Berikut caranya

Daun pinang ditumbuk, ga usah terlalu halus.
Gosok merata keseluruh rambut.
Diamkan beberapa menit lalu dibilas.
Telur kutu bakalan rontok dgn sendirinya.

Oh iya, kalau kutunya masih pada hidup sebaiknya di basmi dulu. Mana tahu kan mereka bertelur lagi, :p