Senin, 09 Juli 2012

Masih Ingin Melupakan?

"Walau masih berada di dalam hatiku, ia tetap sudah mati. Ketika kubilang aku akan melupakannya, aku merindukannya. Ketika aku merindukannya, aku dengan cepat melupakannya. Inilah hati manusia. Tidak ingin melupakan atau merindukannya, yang tertinggal di hatiku adalah ia tidak ada lagi di dunia ini"

Kalimat tersebut adalah kalimat yang di ucapkan oleh Pangeran Yang Myung dalam sebuah drama korea berjudul "The Moon That Embraces The Sun". Diucapkan ketika sang Pangeran sedang bicara dengan Raja saat itu yang tidak bukan dan tidak lain adalah adiknya, Lee Hwon, tentang kematian orang yang sama-sama mereka cintai, Heo Yeon Woo.

Saya bukan ingin membahas dramanya, tapi kalimat itu. Kalimat yang membuat saya teringat akan kalimat teman saya yang biasa habis patah hati "gue pengen lupain dia aja ah". Kalimat yang membuat saya tersenyum, karena saya selama ini selalu berpendapat bahwa "melupakan tidak akan menghilangkan rasa patah hati". Sama seperti kutipan diatas, saat bilang akan melupakan, dia justru merindukannya. Sama seperti dalam bayangan saya, semakin kita ingin melupakan, kenangannya justru semakin membekas.

Menurut saya sendiri, kalimat itu cukup bagus untuk diingat, bahwa hati manusia memang seperti itu, tidak ingin melupakan atau merindukan. Jadi, kita tidak perlu memikirkan apakah kita harus melupakan atau tidak, yang penting adalah kita tahu antara apa yang kita punya dan apa yang tidak kita punya sekarang. Just enjoy your wonderful life :)


Kutipan diatas saya ambil dari sinopsisdramakorea The Moon That Emraces The Sun drama, eps 7.

Rabu, 04 Juli 2012

Seo Jun wanna be?

Kemarin malam, saat saya lagi duduk-duduk di lobby XXI sambil menunggu film yang bakalan saya tonton, The Amazing Speed of Spiderman, saya melihat sebuah pemandangan yang enak banget buat mata saya. Hanya satu yang saya pikir "Wow. Keren amat kayak Seo Jun".
Awalnya saya pikir itu cewek, karna cantik banget sih. Jadi saya meneliti bajunya yang emang model-model singlet yang keren punya juga. Emang sih keti-nya bersih, tapi untuk  membuktikan itu cewe apa cowo, yang saya perlu lihat adalah dadanya. Ya, dadanya! Saya pun melek semelek-meleknya untuk meneliti bagian dadanya yang mungkin harusnya keliatan kalau aja tu baju agak longgar dikit, tapi tu baju ngepas sih *ya iyalah kalau ga ngepas ga sekeren itulah* dan saya pastikan, mata saya melihat dadanya rata.

Otak saya pun akhirnya sinkron, oh dia adalah cowo penganut model visual key *ini kan genre musik ya? kwkwkwk bodo amat pokoknya sedep dilihat*. Yang paling penting adalah dia mirip Seo Jun *tanpa melihat muka aslinya* tanpa blazer *Secara pake singlet*. 

Sayang sekali saya ga bisa ngambil fotonya, padahal sedap banget buat diabadikan.
Memang sih setiap orang bisa aja berapresiasi sesuai keinginan dan kreatifitasnya. Tapi, di Banjarmasin? Pemandangan langka buat saya =.=

Satu hal yang saya pelajari, dia pasti punya self-esteem dan self-confidence yang bagus.
Gaya jalannya pun mirip Seo Jun dan saya cinta setengah mati sama Seo Jun *lol*
Pokoknya Seo Jun tanpa blazer wanna be banget wkwkw jadi ngarep ketemu lagi biar bisa ambil potonya.
Seo Jun (장근석) - Love Rain

Selasa, 03 Juli 2012

Jangan Terburu-buru Mengambil Keputusan

Belakangan saya cuman curhat melulu disini, tapi ga apalah, yang baca juga kebanyakan saya dan mungkin beberapa teman yang nyasar kesini.

Hari ini, pada akhirnya saya bangun lebih pagi dari biasa *walau mataharinya sudah tinggi* dan pada akhirnya saya pergi kekampus juga. Selesai dari kampus, mengisi lembar-lembar penjaringan PAT dengan harapan bisa ikutan semester pendek *biar ga disuruh pulang*, saya segera menuju kampus sebelahnya bernama pusko.

Pusko adalah Pusat Studi Korea *itu sih kepanjangannya  memang*. Ya, itu memang tempat buat belajar sesuatu yang kekorea-koreaan yang saya ikuti. Sungguh, saya ikut belajar di pusko bukan karna latah kena demam korea. Justru setelah saya belajar disana baru saya ikut-ikut latah sama yang berbau korea. Jadi salah besar kalau kalian menduga saya belajar disana karena saya latah sama drama korea atau boyband korea apalagi girlbandnya *kok malah ngotot?*. Jadi begitulah, semenjak masuk sana, saya jadi donlod lagu korea mulu, cari drama korea mulu, *ga nyambung deh, ini mau cerita apa ya sebenernya*.

Baiklah, kembali ke judul, hari ini, saya mengisi lembar penjaringan PAT dengan bingung. Penyakit lama, saya selalu kebingungan apalagi datangnya sendirian. Bingung harus nulis apa. Padahal saya dari rumah sudah bikin catatan biar ga bingung. Cuman, karna tulisan saya cuma point-nya doang, akhirnya malah bingung.

Hal ini menyadarkan saya, bahwa untuk orang seperti saya yang suka bingung ini, ditambah pikun, menulis point aja ga cukup. Dalam hal ini adalah: saya cuman nulis nama mata kuliah yang kira-kira bisa saya ambil. Harusnya saya menulis lengkap dengan keterangan *karna saya suka lupa akhirnya bingung juga*. Harusnya saya menulis sesuai urutan prioritasnya bukannya malah membiarkannya dalam point acak =.=

Selain PAT itu hidup matinya bergantung pada yang ngurusin di kampus *maksudnya jadi ga nya* kita sebagai peserta juga bergantung pada pilihan yang kita ambil. PAT kan bayar mahal loh, jadi harus dipikir dengan baik *ya iya lah. duit semua*. Karena itu jika memutuskan ikut PAT, pikirkan baik-baik apa yang kita butuhkan. Kalau ingin mengulang mata kuliah yang nilainya C sementara ipk bagus sekali, saya rasa akan lebih baik mengulangnya di perkuliahan biasa, biar ga rugi. Disinilah letak kesalahan saya karna bingung itu, akhirnya saya malah mencantumkannya di lembar penjaringan =.= *padahal awal semester lalu saya sudah bilang ga bakalan ngulang mata kuliah itu*

Kesimpulan kali ini:
1. Catat apa yang akan dilakukan ples keterangannya jika sering bingung dan lupa seperti saya.
2. Jangan pernah terburu-buru mengambil keputusan, terutama yang menyangkut duit.

Jangan Menyerah Sebelum Berjuang !!!

Ya!! Kalimat itulah yang harusnya saya tanamkan hingga berakar kuat di kepala ini.
Tapi sayang sekali, ternyata hari ini saya menyadari satu hal : saya mudah menyerah ples masih punya rasa pesimis. Padahal seingat saya, saya selalu berusaha melihat segala sesuatunya tanpa sebuah kepesimisan. Tetap aja, pesimisnya datang *lol*.

Faktanya adalah, ternyata semuanya berjalan seperti apa yang saya bayangkan sebelum pesimis saya datang. Ada sedikit penyesalan dihati saya, "kenapa aku ga dateng aja kekampus?" atau "kenapa ga aku coba aja dulu?". 

Setidaknya itulah pelajaran yang saya dapat hari ini. Jangan menyerah sebelum berjuang.
Ada sedikit kutipan saat saya nonton harpot yang ketiga di tr*ns tv
"Kelak kita akan menghadapi pilihan antara yang benar dan yang mudah" - Albus Dumbledore

Kesimpulan yang bisa saya ambil hari ini :
1. Setelah ini saya harus memperjuangkan apapun yang bisa diperjuangkan
2. Dalam hidup ini tidak ada yang salah, adanya yang benar sama yang mudah seperti kata si Dumbledore

Senin, 02 Juli 2012

Gembira dan Kecewa = Setipis Bayangan

Hari ini, entah harus bahagia atau justru harus kecewa.
Setelah menanti sekian lama, akhirnya pengumuman tentang Program Akhir Tahun yang diadakan di kampus saya tercinta itu muncul juga melalui sebuah media jejaring sosial yang masih marak *soalnya masih banyak yang make hahaha*. Hanya saja ada satu kalimat yang membuat saya agak kecewa disana "yang boleh diambil hanya mata kuliah yang sudah pernah diambil".

Otomatis dong, hilanglah sudah harapan saya untuk mengambil mata kuliah yang belum sempat saya ambil di semester yang sudah lewat.

Tapi life must go on *ga ada hubungannya memang. karna pada kenyataannya saya ga begitu kecewa-kecewa amat*. Berita itupun saya kabar-kabarin ke temen yang udah dari jauh-jauh hari nitip sms kalau ada pengumuman. Sudah jelas lah, beberapa diantaranya ada yang protes =.= tapi ga ada hubungannya sama saya, *kadar kecewanya sepertinya lebih parah daripada saya*.

Sebuah pikiran terlintas di pikiran saya bahwa hal ini harus di perjuangkan. Karena itu, saya berniat untuk kekampus nanti *reportnya nantilah yaa*.

Nah, malamnya, abang saya datang, akhirnya saya pun kecipratan sedikit bingkisan yang akhirnya membuat saya bahagia *ga mau kasih tau ah, walaupun tulisan ini mungkin ga bakalan ada yang baca selain saya hahaahha*. Akhirnya acara malam ini bersama abang saya diakhiri dengan muter-muter ga jelas entah kemana demi mencari gorengan yang akhirnya ga ketemu juga =.=

Mungkin tulisan ini memang ga nyambung sama judulnya. Yang ingin saya katakan malam ini adalah... bahwa di antara hari-hari kita, kita bisa saja mendapatkan kegembiraan dan seketika pula dilanda kekecewaan yang berakibat akan galau.


Pasti dong ya diantara teman-teman semua ada yang merasakan seperti itu. Sesaat bisa saja kita merasa kecewa tapi kemudian datang matahari yang menyinari hari-hari kita *lebay mode*.
Begitu juga dengan yang lagi di landa kebahagiaan luar biasa, bisa saja mendadak datang awan mendung yang membawa berita buruk.

Kesimpulan malam ini...
Syukurilah apa yang kalian miliki selagi masih bisa teman-teman :)
Setiap ada duka selalu ada suka, dan setiap ada suka selalu ada dibalik duka.